sebelum baca post ini, mungkin ada baiknya jika anda mendengarkan When You Love Someone nya Endah n Rhesa dan menyimak kata-katanya. uhm atau mau lebih gampang si, search aja di google untuk liriknya. hehe.
saya tidak lagi jatuh cinta. tapi untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta, khususnya mereka yang jatuh cinta diam-diam (ups) lagu EnR itu sih sangat memotivasi untuk menyatakan perasaan. tapiiii pada kenyataan nya gak semudah itu kan?
kalo orang yang lo taksir itu sebenernya juga naksir lo balik mah gak masalah. malah bagus dong. lo suka, dia suka, lo bilang suka, dia seneng, lo seneng, jadian deh. simple dan (semoga) hepi ending.
nah, kalo orang yang lo taksir itu bahkan tidak tahu sama sekali keberadaan lo, bahkan gak tau nama lo, masa tiba2 lo bilang "hai, selama ini gue selalu memperhatikan lo. gue suka ama lo. pacaran yuk." (okei, emang gak sesimpel ini sih, tapi intinya gitu deh :p) bisa-bisa lo disangka pervert yang selama ini ngikutin dia dari jauh, poto dia diam2, dan hal aneh lainnya yang bisa dituduhkan kepada lo.
dan yang paling ribet *menurut saya* adalah ketika lo suka ama orang yang selama ini temen main lo atau bahkan sahabat lo sendiri. nah loh. okei kalo lo suka dan dia juga suka, jadian lah kalian dengan bahagia dan bisa deh bersenandung "lucky i'm in love with my best friend" nya Jason Mraz dan Colbie Caillat. :p nah kalo ternyata dia cuma nganggep lo gak lebih dari teman/sahabat? bisa-bisa hubungan pertemanan yang kalian bina bisa hancur atau paling enggak berjarak lah akibat "aku suka kamu. pacaran yuk." nah loh.
saya tidak membenci lagu ini. saya malah menyukainya. seperti yang tadi saya bilang, lagu ini (juga pernah) memotivasi saya. he he he. tapi ya tadi itu. saya rasa, enggak semudah dan se-happy ending itu deh. masih banyak yang harus dipertimbangkan toh?
just like they said:
"I love you but it's not so easy to make you here with me."
saya tidak lagi jatuh cinta. tapi untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta, khususnya mereka yang jatuh cinta diam-diam (ups) lagu EnR itu sih sangat memotivasi untuk menyatakan perasaan. tapiiii pada kenyataan nya gak semudah itu kan?
kalo orang yang lo taksir itu sebenernya juga naksir lo balik mah gak masalah. malah bagus dong. lo suka, dia suka, lo bilang suka, dia seneng, lo seneng, jadian deh. simple dan (semoga) hepi ending.
nah, kalo orang yang lo taksir itu bahkan tidak tahu sama sekali keberadaan lo, bahkan gak tau nama lo, masa tiba2 lo bilang "hai, selama ini gue selalu memperhatikan lo. gue suka ama lo. pacaran yuk." (okei, emang gak sesimpel ini sih, tapi intinya gitu deh :p) bisa-bisa lo disangka pervert yang selama ini ngikutin dia dari jauh, poto dia diam2, dan hal aneh lainnya yang bisa dituduhkan kepada lo.
dan yang paling ribet *menurut saya* adalah ketika lo suka ama orang yang selama ini temen main lo atau bahkan sahabat lo sendiri. nah loh. okei kalo lo suka dan dia juga suka, jadian lah kalian dengan bahagia dan bisa deh bersenandung "lucky i'm in love with my best friend" nya Jason Mraz dan Colbie Caillat. :p nah kalo ternyata dia cuma nganggep lo gak lebih dari teman/sahabat? bisa-bisa hubungan pertemanan yang kalian bina bisa hancur atau paling enggak berjarak lah akibat "aku suka kamu. pacaran yuk." nah loh.
saya tidak membenci lagu ini. saya malah menyukainya. seperti yang tadi saya bilang, lagu ini (juga pernah) memotivasi saya. he he he. tapi ya tadi itu. saya rasa, enggak semudah dan se-happy ending itu deh. masih banyak yang harus dipertimbangkan toh?
just like they said:
"I love you but it's not so easy to make you here with me."
No comments:
Post a Comment