siang tadi, sekitar jam 11.30an, di lampu merah dekat rumah, saya lagi di motor tukang ojek. di pinggir jalan ada anak kecil laki-laki, gempal, pegang gitar bolong *yes, literally* bolong dan diselotip dengan lakban hitam. ketika anak kecil gempal itu mau berdiri, gitarnya terbuka begitu saja dan uang receh-recehnya miliknya bertebaran di mana-mana. anehnya, si anak tidak sadar dan hampir meninggalkan uangnya di jalanan.
saya: adek, itu duitnya jatuh.
anak kecil gempal: *tampak bingung*
saya: itu (sambil menunjuk) duitnya jatuh.
anak kecil gempal: *tersenyum dan mulai memungutnya*
saya: *ikut tersenyum sambil memperhatikan* "itu masih ada." *sambil menunjuk receh lain*
anak kecil gempal: *bingung, sadar, memungut uang* "terima kasih" *sambil mengeluarkan tangan minta uang ke saya dari jauh*
saya: *menggeleng*
anak kecil gempal: *berlalu sambil tersenyum*
seketika itu, motor2 di sebelah saya itu juga ikutan ngeliatin adik kecil gempal itu. dan mereka tersenyum. entah kenapa. termasuk tukang ojek langganan saya.
pak ojek: "itu anak idiot."
saya: "hah? idiot gimana pak?" *terkejut*
pak ojek: "iya, idiot, biasanya ada kakeknya. tapi kakeknya meninggal. kalau ada kakeknya, gak mungkin dilepasin gitu."
saya: "loh, orang tuanya kemana?"
pak ojek: "orang tuanya? bapaknya ninggalin rumah, tapi enggak cerai kok. ibunya cari ketenangan sendiri. jadi wanita penghibur."
saya: *terdiam dan berpikir*
pak ojek: "kasihan anaknya."
saya: "iya kasihan anaknya."
dan ketika itu, lampu sudah berubah jadi hijau.
saya: adek, itu duitnya jatuh.
anak kecil gempal: *tampak bingung*
saya: itu (sambil menunjuk) duitnya jatuh.
anak kecil gempal: *tersenyum dan mulai memungutnya*
saya: *ikut tersenyum sambil memperhatikan* "itu masih ada." *sambil menunjuk receh lain*
anak kecil gempal: *bingung, sadar, memungut uang* "terima kasih" *sambil mengeluarkan tangan minta uang ke saya dari jauh*
saya: *menggeleng*
anak kecil gempal: *berlalu sambil tersenyum*
seketika itu, motor2 di sebelah saya itu juga ikutan ngeliatin adik kecil gempal itu. dan mereka tersenyum. entah kenapa. termasuk tukang ojek langganan saya.
pak ojek: "itu anak idiot."
saya: "hah? idiot gimana pak?" *terkejut*
pak ojek: "iya, idiot, biasanya ada kakeknya. tapi kakeknya meninggal. kalau ada kakeknya, gak mungkin dilepasin gitu."
saya: "loh, orang tuanya kemana?"
pak ojek: "orang tuanya? bapaknya ninggalin rumah, tapi enggak cerai kok. ibunya cari ketenangan sendiri. jadi wanita penghibur."
saya: *terdiam dan berpikir*
pak ojek: "kasihan anaknya."
saya: "iya kasihan anaknya."
dan ketika itu, lampu sudah berubah jadi hijau.
No comments:
Post a Comment