"semoga masih ada waktu.." ujar ku dalam hati. berulang kali kupaksa supir taksi ini melaju lebih cepat ke arah bandara, tapi sepertinya supir taksi ini masih berpegang teguh pada pepatah "biar lambat asal selamat" nih. duhh kalo gak keburu gimana yaaa... aku menggigit jariku, pertanda rasa gelisah dan panik mulai menyerang.
namanya Alex. aku kenal dia sudah lama. dia teman sebangku waktu aku kelas 5 SD. walaupun sebangku, tapi ya namanya juga anak SD. masih terlihat jelas mana perempuan mana laki-laki, jadi aku tidak terlalu dekat dengannya. yang aku ingat, Alex itu pintar dan agak pendiam. semua guru sayang padanya. semua teman-teman sayang padanya. Alex rajin belajar, makanya selama 3 caturwulan dia selalu juara kelas. satu hal yang selalu aku ingat tentang Alex. senyumnya yang manis dan mau mengajariku pelajaran yang tak kumengerti.
sudah hampir 9 tahun aku tidak bertemu dengannya. sejak lulus SD, kami pisah sekolah. tapi 3 bulan terakhir ini aku bertemu lagi dengannya. berkat salah satu jejaring sosial. dari profilnya terlihat masih Alex yang sama. matanya yang bagus, senyumnya yang hangat, masih Alex yang sama. dari message di inbox berlanjut di chat room. awalnya aku takut canggung dengannya, tapi ternyata kami bisa dengan blak-blakan cerita kesanakemari. dan akhirnya singkat cerita aku janjian bertemu dengan dia. mau reunian. he he he
aku deg-deg an juga si mau ketemu dengan dia. secara udah hampir 9 tahun gak ketemu. "emang mau ketemu siapa si, Ya? kok rapi bener? tumben?" tanya Kak Adit yang heran dengan penampilanku. aku yang ditanya jadi malu-malu. "mau reunian. udah telat ni kak. buruan nyetirnyaaa.." jawabku sambil gigit jari. "loh, salah siapa sampai telat coba? yang dari tadi bolak balik ganti baju siapa hayo?" lempar Kak Adit sekali lagi.
aku tak menjawabnya, hanya memberikan cengiran tanpa arti, sambil gigit jari. iya si. ini salah aku, bolak-balik ganti baju ganti sepatu ganti celana ganti rok. alhasil, janjian jam 4 eh sekarang jam 4 kurang 10 baru jalan dari rumah. semoga dia tidak marah, harapku.
celingakcelinguk kesana kemari sambil coba telpun si Alex yang katanya mau pakai baju merah (seperti iklan yang waktu kami SD sedang ngetrend). wah jangan-jangan dia sudah pergi karna bete nungguin aku yang 15 menit terlambat. sambil gigit jari, aku masih celingakcelinguk.
"Ayaaa...." sapa Alex sambil tersenyum lebar nepuk bahuku. antara kaget dan senang melihatnya, aku terdiam. enggak percaya 9 tahun gak ketemu Alex jadi cowok yang.. yang.. yang.. susah menemukan kata-kata yang tepat selain yang berbaju merah. "Ayaaa, kok diam ajah?" panggilnya lagi membuyarkan lamunan sesaatku. "ya ampun Lex.. akhirnya ketemu juga yaaa.." ujarku, mencoba berhenti gigit jari.
setelah itu aku dan Alex pergi ke satu tempat pancake. di sana kami ngobrol-ngobrol. dari jaman SD, jaman SMP, jaman SMA, jaman kuliah, hingga sekarang. dari situ, aku jadi tambah tahu kalo Alex sekarang single, happy, dan bulan depan dia akan ke Inggris untuk studinya. "I will go to England, for good.." gitu katanya. kaget juga baru tau dia akan ke Inggris.
beberapa kali kami sempat mengobrol. dari topik serius tentang kerasnya dunia sampai topik gak penting soal gosip artis terkini. kecuali tentang hidupnya nanti di Inggris. dia tak mau membicarakannya. dengannya, aku tidak pernah kehabisan kata-kata. yah, Alex sangat lovable, menyenangkan, smart, dan lucu. I'm having a good time with him. setiap lelucon yang aku buat, pasti diresponnya. kalo memang lucu, dia ketawa ampe ngakak. setiap kali kita pergi, pasti kita poto box. tentunya dengan gaya-gaya yang gokil dan agak kurang normal. "kalo ama lo, gue gak perlu jaim-jaim lah" ujar nya kepada ku.
besok malam, Alex akan berangkat. dan malam ini, setelah ritual makan pancake dan ketawaketiwi, Alex mengantarku ke rumah. sebelum aku turun dari mobil, Alex memberikan aku frame photo. "nah, selama gue di England, lo bisa liat poto gue lah biar gak kangen." katanya sambil menyerahkan frame warna putih hitam dengan hiasan zebra. "ah elo apaan si, Lex! gue jadi sedih lo ngomong gini." ujarku sambil gigit jari.
Alex tertawa kecil, katanya, "gue senang bisa ketemu ama lo lagi. bisa makan pancake bareng dan ketawa ngakak tanpa harus jaim ama lo. Thank you, Ya! awas lo lupa ama gue!". sambil agak mengancam, dia tersenyum lagi. aduh tidaaaakk.. bisa-bisa aku menangis ni. "um, iya Lex. gue juga seneng kok. haha. awas lo lupain gue juga." dan akhirnya aku turun dari mobil. Alex baru menjalankan mobilnya pergi ketika aku sudah masuk sampai di rumah.
malam itu, aku tak bisa tidur. aku memikirkan beberapa minggu terakhir ini. aku memikirkan betapa waktu yang sesingkat ini bisa membuat aku dan Alex jadi dekat. walaupun pas kelas 5 SD aku duduk sebelahan dengannya, tapi kali ini beda. dekatnya beda. tiba-tiba air mata itu turun. dan aku sadar, aku tidak mau Alex pergi begitu saja. aku tidak rela Alex pergi begitu saja untuk kedua kalinya, yang kali ini mungkin tak kan kembali.
"kembaliannya ambil aja, Pak! makasih" setelah agak membanting pintu taksi, aku berlari mencoba mencari si kurus tinggi itu. celingak celinguk sambil gigit jari. ah jangan-jangan dia sudah take off. aku coba terus berjalan cepat melihat kiri dan kanan.
tangan seseorang menepuk bahuku dan terdengar suara yang sangat ku kenal, "Ayaaaa...?". suaranya kali ini merupakan campuran antara senang, heran, dan kaget. aku lebih kaget lagi. aku cuma bisa menatapnya sebentar dan tanpa ba bi bu aku memeluknya. kaget juga kenapa reflek yang muncul malah berpelukan ya.
"Alex, gue gak mau lo pergi gitu ajah kali ini. lo harus tau, gue senang sekali ketemu lagi ama elo. gue ngerasa senang pas gue lagi ama lo. gue seneng ngeliat lo senyum atau bahkan ketawa ngakak. gue gak akan lupa cara lo mendengarkan cerita gue dengan seksama, gue gak akan lupa menu favorit lo di resto pancake langganan kita." kata-kata itu mengalir begitu saja bersamaan dengan mengalirnya air mata ku. Alex terlihat tidak percaya dengan semua itu.
"Gue tau lo pasti kaget. Gue juga kaget. tapi gue gak mau lo pergi dan apalagi lo gak akan kembali tanpa tahu apa yang gue rasain. gue gak mau kehilangan lo, Lex! lo udah jadi seseorang spesial buat gue." Alex masih terdiam, sambil tersenyum dia menatapku. dan tanpa mengindahkannya, aku masih terus berkata-kata mengungkapkan semua isi hatiku. "intinya, gue mau lo denger semua ini dari mulut gue. LIVE. gue tau kita gak akan ketemu lagi untuk selama-lamanya. jadi gue mau lo denger sekarang dari mulut gue."
Alex kaget, kali ini dia tersenyum lagi. "Aya.. gue seneng lo ngomong gini ke gue.. Jujur gue juga ngerasa kayak gitu," aku tersenyum sambil masih menangis. "tapi Ayaa.. siapa yang bilang kalo gue gak balik-balik lagi?" aku tercekat, "hah?". Alex mulai tertawa, "siapa yang bilang gue ke England untuk selamanya?". mulailah aku menggigit jari lagi, "tapi kan lo bilang you'll go to England for good, which means untuk selamanya kan? pergi tak kembali?"
makin keras tawanya. sambil tersenyum lembut, Alex menatapku. "Ayaa. I will go to England for good. untuk kebaikan. bukan dalam arti untuk selamanya. Gue akan di England selama 6 bulan untuk program magang kuliah. I'll be back after 6 months, Ya!"
aku terdiam. sungguh malu saat itu. seakan membaca pikiran ku saat itu, Alex tersenyum, katanya "I'll be back in 6 months. so, wait for me." aku terdiam, masih menggigit jariku tak percaya.
sebelum berpisah, aku memeluknya lagi. dan Alex berbisik, "Aya, wait for me. I'll be back.. for good!" kali ini aku yakin tak akan salah. dia akan kembali untuk selamanya dan untuk kebaikan.
***
namanya Alex. aku kenal dia sudah lama. dia teman sebangku waktu aku kelas 5 SD. walaupun sebangku, tapi ya namanya juga anak SD. masih terlihat jelas mana perempuan mana laki-laki, jadi aku tidak terlalu dekat dengannya. yang aku ingat, Alex itu pintar dan agak pendiam. semua guru sayang padanya. semua teman-teman sayang padanya. Alex rajin belajar, makanya selama 3 caturwulan dia selalu juara kelas. satu hal yang selalu aku ingat tentang Alex. senyumnya yang manis dan mau mengajariku pelajaran yang tak kumengerti.
***
sudah hampir 9 tahun aku tidak bertemu dengannya. sejak lulus SD, kami pisah sekolah. tapi 3 bulan terakhir ini aku bertemu lagi dengannya. berkat salah satu jejaring sosial. dari profilnya terlihat masih Alex yang sama. matanya yang bagus, senyumnya yang hangat, masih Alex yang sama. dari message di inbox berlanjut di chat room. awalnya aku takut canggung dengannya, tapi ternyata kami bisa dengan blak-blakan cerita kesanakemari. dan akhirnya singkat cerita aku janjian bertemu dengan dia. mau reunian. he he he
***
aku deg-deg an juga si mau ketemu dengan dia. secara udah hampir 9 tahun gak ketemu. "emang mau ketemu siapa si, Ya? kok rapi bener? tumben?" tanya Kak Adit yang heran dengan penampilanku. aku yang ditanya jadi malu-malu. "mau reunian. udah telat ni kak. buruan nyetirnyaaa.." jawabku sambil gigit jari. "loh, salah siapa sampai telat coba? yang dari tadi bolak balik ganti baju siapa hayo?" lempar Kak Adit sekali lagi.
aku tak menjawabnya, hanya memberikan cengiran tanpa arti, sambil gigit jari. iya si. ini salah aku, bolak-balik ganti baju ganti sepatu ganti celana ganti rok. alhasil, janjian jam 4 eh sekarang jam 4 kurang 10 baru jalan dari rumah. semoga dia tidak marah, harapku.
***
celingakcelinguk kesana kemari sambil coba telpun si Alex yang katanya mau pakai baju merah (seperti iklan yang waktu kami SD sedang ngetrend). wah jangan-jangan dia sudah pergi karna bete nungguin aku yang 15 menit terlambat. sambil gigit jari, aku masih celingakcelinguk.
"Ayaaa...." sapa Alex sambil tersenyum lebar nepuk bahuku. antara kaget dan senang melihatnya, aku terdiam. enggak percaya 9 tahun gak ketemu Alex jadi cowok yang.. yang.. yang.. susah menemukan kata-kata yang tepat selain yang berbaju merah. "Ayaaa, kok diam ajah?" panggilnya lagi membuyarkan lamunan sesaatku. "ya ampun Lex.. akhirnya ketemu juga yaaa.." ujarku, mencoba berhenti gigit jari.
setelah itu aku dan Alex pergi ke satu tempat pancake. di sana kami ngobrol-ngobrol. dari jaman SD, jaman SMP, jaman SMA, jaman kuliah, hingga sekarang. dari situ, aku jadi tambah tahu kalo Alex sekarang single, happy, dan bulan depan dia akan ke Inggris untuk studinya. "I will go to England, for good.." gitu katanya. kaget juga baru tau dia akan ke Inggris.
beberapa kali kami sempat mengobrol. dari topik serius tentang kerasnya dunia sampai topik gak penting soal gosip artis terkini. kecuali tentang hidupnya nanti di Inggris. dia tak mau membicarakannya. dengannya, aku tidak pernah kehabisan kata-kata. yah, Alex sangat lovable, menyenangkan, smart, dan lucu. I'm having a good time with him. setiap lelucon yang aku buat, pasti diresponnya. kalo memang lucu, dia ketawa ampe ngakak. setiap kali kita pergi, pasti kita poto box. tentunya dengan gaya-gaya yang gokil dan agak kurang normal. "kalo ama lo, gue gak perlu jaim-jaim lah" ujar nya kepada ku.
***
besok malam, Alex akan berangkat. dan malam ini, setelah ritual makan pancake dan ketawaketiwi, Alex mengantarku ke rumah. sebelum aku turun dari mobil, Alex memberikan aku frame photo. "nah, selama gue di England, lo bisa liat poto gue lah biar gak kangen." katanya sambil menyerahkan frame warna putih hitam dengan hiasan zebra. "ah elo apaan si, Lex! gue jadi sedih lo ngomong gini." ujarku sambil gigit jari.
Alex tertawa kecil, katanya, "gue senang bisa ketemu ama lo lagi. bisa makan pancake bareng dan ketawa ngakak tanpa harus jaim ama lo. Thank you, Ya! awas lo lupa ama gue!". sambil agak mengancam, dia tersenyum lagi. aduh tidaaaakk.. bisa-bisa aku menangis ni. "um, iya Lex. gue juga seneng kok. haha. awas lo lupain gue juga." dan akhirnya aku turun dari mobil. Alex baru menjalankan mobilnya pergi ketika aku sudah masuk sampai di rumah.
malam itu, aku tak bisa tidur. aku memikirkan beberapa minggu terakhir ini. aku memikirkan betapa waktu yang sesingkat ini bisa membuat aku dan Alex jadi dekat. walaupun pas kelas 5 SD aku duduk sebelahan dengannya, tapi kali ini beda. dekatnya beda. tiba-tiba air mata itu turun. dan aku sadar, aku tidak mau Alex pergi begitu saja. aku tidak rela Alex pergi begitu saja untuk kedua kalinya, yang kali ini mungkin tak kan kembali.
***
"kembaliannya ambil aja, Pak! makasih" setelah agak membanting pintu taksi, aku berlari mencoba mencari si kurus tinggi itu. celingak celinguk sambil gigit jari. ah jangan-jangan dia sudah take off. aku coba terus berjalan cepat melihat kiri dan kanan.
tangan seseorang menepuk bahuku dan terdengar suara yang sangat ku kenal, "Ayaaaa...?". suaranya kali ini merupakan campuran antara senang, heran, dan kaget. aku lebih kaget lagi. aku cuma bisa menatapnya sebentar dan tanpa ba bi bu aku memeluknya. kaget juga kenapa reflek yang muncul malah berpelukan ya.
"Alex, gue gak mau lo pergi gitu ajah kali ini. lo harus tau, gue senang sekali ketemu lagi ama elo. gue ngerasa senang pas gue lagi ama lo. gue seneng ngeliat lo senyum atau bahkan ketawa ngakak. gue gak akan lupa cara lo mendengarkan cerita gue dengan seksama, gue gak akan lupa menu favorit lo di resto pancake langganan kita." kata-kata itu mengalir begitu saja bersamaan dengan mengalirnya air mata ku. Alex terlihat tidak percaya dengan semua itu.
"Gue tau lo pasti kaget. Gue juga kaget. tapi gue gak mau lo pergi dan apalagi lo gak akan kembali tanpa tahu apa yang gue rasain. gue gak mau kehilangan lo, Lex! lo udah jadi seseorang spesial buat gue." Alex masih terdiam, sambil tersenyum dia menatapku. dan tanpa mengindahkannya, aku masih terus berkata-kata mengungkapkan semua isi hatiku. "intinya, gue mau lo denger semua ini dari mulut gue. LIVE. gue tau kita gak akan ketemu lagi untuk selama-lamanya. jadi gue mau lo denger sekarang dari mulut gue."
Alex kaget, kali ini dia tersenyum lagi. "Aya.. gue seneng lo ngomong gini ke gue.. Jujur gue juga ngerasa kayak gitu," aku tersenyum sambil masih menangis. "tapi Ayaa.. siapa yang bilang kalo gue gak balik-balik lagi?" aku tercekat, "hah?". Alex mulai tertawa, "siapa yang bilang gue ke England untuk selamanya?". mulailah aku menggigit jari lagi, "tapi kan lo bilang you'll go to England for good, which means untuk selamanya kan? pergi tak kembali?"
makin keras tawanya. sambil tersenyum lembut, Alex menatapku. "Ayaa. I will go to England for good. untuk kebaikan. bukan dalam arti untuk selamanya. Gue akan di England selama 6 bulan untuk program magang kuliah. I'll be back after 6 months, Ya!"
aku terdiam. sungguh malu saat itu. seakan membaca pikiran ku saat itu, Alex tersenyum, katanya "I'll be back in 6 months. so, wait for me." aku terdiam, masih menggigit jariku tak percaya.
sebelum berpisah, aku memeluknya lagi. dan Alex berbisik, "Aya, wait for me. I'll be back.. for good!" kali ini aku yakin tak akan salah. dia akan kembali untuk selamanya dan untuk kebaikan.
***
7 comments:
Sweet bgt wiii..haduh haduh..jadi inget cinta sama rangga gw.. di airport..hahahahaha...mantep bgt wi...akhirnya uwi jatuh cinta sama si alex, alex mana alex *lho*..hahahahaha..
Ada apa dengan Aya?
pasti jatuh cinta ama si Alex.. hehe
smoga lu ketemuan sama si Alex lagi ya.. mulai nyasar nih komennya..
terlepas dari tata bahasa dan sebagainya, ceritanya mudah dicerna, gampang diikutin... cuman saran aja, konfliknya dlm cerita agak kurang nih.. tapi overall bagus lah..
haah, pengen ikut nulis cerpen juga.. haha
Ehehe cieee uwii, manis
banget si critanya hehehe I like it wi.. Keep writing ya.. Hehehe ditunggu wi crita selanjutnya hehehe -bram-
Uwiii keren..
ayo bikin trus kisah2 yg ok..
keadaan crita sama nyata suka mirip Wi :) (hahahaha ngerti dong)
jd pngn bikin cerpen, bisanya nulis blog biasa aja...
cerita hidup doang hihi... lanjutkan y Uwiii
Tooooppp
tipe pasangan yang lo mw ya wi??
hahaha...
nice story...
kalo mang jodoh gak akan kemana2..
1 tahun 2 tahun puluhan tahun pasti ketemu akan ketemu lagi..
moga2 lo jg bgt.. ketemu sama alex lo itu..
ditunggu wii, crita selanjut nya..
ok MS.WARM !!
-FORTISIMO-
alo2...gw suka bahasanya sih enteng...terus panjangnya pas buat jadi cerPEN hahaha...ga tralu pjg...selingan dikala bosan :D
thx wi
ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
saya ga mau denger yang sweeeetttttttt
noooooooooooooooooooooooooooooooo
nice one wi! :>
Post a Comment